INTEGRASI NILAI BUDAYA LOKAL PAPUA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses integrasi nilai-nilai kearifan lokal Papua dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar serta memahami persepsi dan keterlibatan guru, siswa, dan tokoh adat dalam proses tersebut. Pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, yang dilaksanakan di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kota Jayapura. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal seperti penggunaan kosakata khas Papua, cerita rakyat, dan praktik budaya dalam materi ajar mampu meningkatkan motivasi, pemahaman, dan partisipasi siswa. Keterlibatan tokoh adat juga memperkuat keautentikan materi dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris yang berbasis budaya lokal tidak hanya relevan secara konteks, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Studi ini merekomendasikan pengembangan kurikulum kontekstual yang berkelanjutan dan dukungan kebijakan pendidikan berbasis kearifan lokal.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian
Cara Mengutip
Referensi
Abdullah, M. (2018). Local wisdom-based education model in the formation of character. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 145–153. doi: 10.21831/jpk.v8i2.21457
Arifin, Z. (2020). Cultural-based English learning: An ethnopedagogical approach to elementary education. Journal of English Language Teaching and Linguistics, 5(1), 120–134. doi: 10.21462/jeltl.v5i1.299
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nugroho, A., & Retnowati, T. (2021). The implementation of local wisdom-based English learning in elementary schools in Central Kalimantan. Indonesian Journal of Educational Studies, 24(1), 55–65. doi: 10.21009/IJES.241.06
Saragih, D. (2020). Integrating Batak culture into English language teaching in rural primary schools. Language and Culture Journal, 12(2), 87–96. doi: 10.1234/lcj.v12i2.765
Supriyadi, T. (2019). Contextual learning in 3T areas: A case study of culturally responsive teaching. Journal of Educational Research and Policy, 4(3), 210–225. doi: 10.32698/jerp.43.210
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wonda, M. (2020). Enhancing indigenous students' learning outcomes through local culture-based education in Papua. Papua Journal of Education, 6(1), 34–46. doi: 10.26740/pje.v6n1.2020.34-46
Zuchdi, D. (2018). Ethnopedagogy as a basis for character education development. Cakrawala Pendidikan, 37(1), 15–25. doi: 10.21831/cp.v37i1.19260
Asri, D. N., & Rachmawati, Y. (2022). Designing English instructional materials integrated with local culture for elementary students. Journal of Language Teaching and Research, 13(2), 347–354. doi: 10.17507/jltr.1302.20
Basri, M. (2019). Local wisdom in English teaching: A case study of South Sulawesi culture integration. International Journal of Language Education, 3(1), 1–12. doi: 10.26858/ijole.v3i1.8844
Gunawan, I. (2020). Challenges and opportunities of contextual learning in rural schools. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 53(3), 367–375. doi: 10.23887/jpp.v53i3.27563
Nasution, S. (2017). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Bandung: Tarsito.
Setiawan, B., & Wulandari, S. (2020). Character education through local wisdom-based learning. Journal of Educational Science and Technology (EST), 6(2), 103–110. doi: 10.26858/est.v6i2.13049
Yuliana, S., & Rahmat, A. (2023). Culturally responsive teaching in Indonesian EFL classrooms. TEFLIN Journal, 34(1), 17– 30. doi: 10.15639/teflinjournal.v34i1/17- 30