INTEGRASI NILAI BUDAYA LOKAL PAPUA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR

Main Article Content

Andika Dian Saputra
Ditha Andini Lausiry
Nason Ningdana

Abstract





Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses integrasi nilai-nilai kearifan lokal Papua dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar serta memahami persepsi dan keterlibatan guru, siswa, dan tokoh adat dalam proses tersebut. Pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, yang dilaksanakan di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kota Jayapura. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal seperti penggunaan kosakata khas Papua, cerita rakyat, dan praktik budaya dalam materi ajar mampu meningkatkan motivasi, pemahaman, dan partisipasi siswa. Keterlibatan tokoh adat juga memperkuat keautentikan materi dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris yang berbasis budaya lokal tidak hanya relevan secara konteks, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Studi ini merekomendasikan pengembangan kurikulum kontekstual yang berkelanjutan dan dukungan kebijakan pendidikan berbasis kearifan lokal.





Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

INTEGRASI NILAI BUDAYA LOKAL PAPUA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR. (2026). Jurnal Ilmiah Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 1(1), 6-11. https://tifa.uningratpapua.ac.id/tifaducation/article/view/2

References

Abdullah, M. (2018). Local wisdom-based education model in the formation of character. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 145–153. doi: 10.21831/jpk.v8i2.21457

Arifin, Z. (2020). Cultural-based English learning: An ethnopedagogical approach to elementary education. Journal of English Language Teaching and Linguistics, 5(1), 120–134. doi: 10.21462/jeltl.v5i1.299

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nugroho, A., & Retnowati, T. (2021). The implementation of local wisdom-based English learning in elementary schools in Central Kalimantan. Indonesian Journal of Educational Studies, 24(1), 55–65. doi: 10.21009/IJES.241.06

Saragih, D. (2020). Integrating Batak culture into English language teaching in rural primary schools. Language and Culture Journal, 12(2), 87–96. doi: 10.1234/lcj.v12i2.765

Supriyadi, T. (2019). Contextual learning in 3T areas: A case study of culturally responsive teaching. Journal of Educational Research and Policy, 4(3), 210–225. doi: 10.32698/jerp.43.210

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Wonda, M. (2020). Enhancing indigenous students' learning outcomes through local culture-based education in Papua. Papua Journal of Education, 6(1), 34–46. doi: 10.26740/pje.v6n1.2020.34-46

Zuchdi, D. (2018). Ethnopedagogy as a basis for character education development. Cakrawala Pendidikan, 37(1), 15–25. doi: 10.21831/cp.v37i1.19260

Asri, D. N., & Rachmawati, Y. (2022). Designing English instructional materials integrated with local culture for elementary students. Journal of Language Teaching and Research, 13(2), 347–354. doi: 10.17507/jltr.1302.20

Basri, M. (2019). Local wisdom in English teaching: A case study of South Sulawesi culture integration. International Journal of Language Education, 3(1), 1–12. doi: 10.26858/ijole.v3i1.8844

Gunawan, I. (2020). Challenges and opportunities of contextual learning in rural schools. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 53(3), 367–375. doi: 10.23887/jpp.v53i3.27563

Nasution, S. (2017). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Bandung: Tarsito.

Setiawan, B., & Wulandari, S. (2020). Character education through local wisdom-based learning. Journal of Educational Science and Technology (EST), 6(2), 103–110. doi: 10.26858/est.v6i2.13049

Yuliana, S., & Rahmat, A. (2023). Culturally responsive teaching in Indonesian EFL classrooms. TEFLIN Journal, 34(1), 17– 30. doi: 10.15639/teflinjournal.v34i1/17- 30