INTEGRASI BUDAYA LOKAL DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR: PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI PAPUA
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji keefektifan bahan ajar kontekstual berbasis kearifan lokal Papua dalam meningkatkan pemahaman budaya siswa sekolah dasar di Kota Jayapura. Latar belakang penelitian ini berpijak pada kesenjangan antara materi pembelajaran nasional dengan konteks sosial-budaya peserta didik di Papua, yang sering kali mengakibatkan rendahnya keterlibatan siswa dan lemahnya identitas budaya. Menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate), penelitian ini menghasilkan bahan ajar yang memuat unsur kearifan lokal seperti cerita rakyat, simbol budaya, dan praktik tradisional Papua yang terintegrasi ke dalam pembelajaran IPS. Validasi oleh ahli menunjukkan bahwa bahan ajar masuk dalam kategori sangat valid (rata-rata skor 89,2%). Uji coba terbatas pada siswa kelas V SD menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman budaya, dengan gain score sebesar 0,61 dan nilai signifikansi p < 0,01. Sebagian besar siswa juga menyatakan bahwa bahan ajar tersebut menarik dan membuat mereka merasa lebih dekat dengan budaya Papua. Hasil ini mengindikasikan bahwa bahan ajar kontekstual berbasis budaya lokal tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman budaya, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian identitas kultural generasi muda Papua. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lanjutan serta penerapan lebih luas pada berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan.
Downloads
Article Details
Section
How to Cite
References
Dalisay, R., & Sukri, M. (2024). Pengembangan bahan ajar kontekstual berbasis kearifan lokal Papua untuk meningkatkan pemahaman budaya siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 14(2), 101–115.
Sulastri, N., & Hidayat, A. (2020). Integrasi kearifan lokal dalam bahan ajar untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Jurnal Pendidikan Multikultural, 8(1), 45–58.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Yuliana, R., & Prasetyo, B. (2019). Efektivitas bahan ajar berbasis budaya lokal dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21(3), 233–245.
Zulkarnain, A. (2018). Strategi pelestarian budaya melalui pendidikan berbasis kearifan lokal. Jurnal Sosial dan Budaya, 10(2), 150–162.
Rahmawati, S., & Nugroho, A. (2021). Local wisdom-based learning model to strengthen students’ cultural identity. International Journal of Instruction, 14(1), 203–216.
Tahir, L. M., & Arifin, Z. (2020). Contextual learning in elementary schools based on indigenous knowledge: A case study in Eastern Indonesia. Cakrawala Pendidikan, 39(3), 612–624.
Wahyuni, D., & Putra, R. D. (2022). Developing local-culture-based teaching materials for elementary education. Journal of Education and Learning, 11(2), 142–150.
Saputra, Y., & Maulana, H. (2017). Pengembangan modul pembelajaran IPS berbasis budaya lokal Papua. Jurnal Ilmu Sosial Indonesia, 6(1), 1–10.
Kemdikbud. (2016). Pedoman pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hasanah, U., & Sari, L. P. (2021). Pengembangan modul pembelajaran berbasis etnopedagogi untuk meningkatkan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 174–185.
Kurniawati, Y., & Fitriani, E. (2023). Teaching materials development based on local culture for elementary students: A case in Eastern Indonesia. Journal of Educational Research and Practice, 13(1), 45–59.
Nurmala, D., & Fadhilah, A. (2020). Integrasi nilai kearifan lokal dalam pembelajaran kontekstual di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 5(2), 112 121.
Wulandari, F., & Ramadhani, T. (2022). Contextual teaching and learning approach in multicultural classrooms: Challenges and strategies. International Journal of Educational Research Review, 7(4), 215–224.
Sembiring, B., & Tamba, R. (2018). Pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal untuk meningkatkan literasi budaya siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 7(6), 1 12.